OPINI : Outlook Ekspor Jasa

11 January 2019 15:30

OPINI : Outlook Ekspor Jasa

Muhammad Syarif Hidayatullah, ISD Policy Analyst, berpendapat bahwa perdagangan jasa berpotensi menjadi sektor yang dapat dioptimalkan pada tahun 2019. Perkembangan ekonomi dan peningkatan perdagangan Indonesia tentu mendorong impor jasa transportasi, akan tetapi sejumlah ekspor jasa diperkirakan akan semakin menggeliat pada tahun 2019. Terdapat dua faktor yang akan menentukan perkembangan ekspor jasa 2019, pertama faktor kebijakan, kedua faktor makroekonomi.

Pertama, faktor kebijakan. Kebijakan yang akan mempengaruhi ekspor jasa adalah kebijakan terkait PPN ekspor jasa. Pemerintah berencana akan melakukan penghapusan PPN ekspor jasa. Pengenaan PPN 10% untuk  selain tiga sektor tersebut akan mengurangi daya saing Indonesia karena banyak negara sudah mengenakan PPN 0% atas ekspor jasa terutama untuk jasa-jasa seperti financial center, jasa konsultan, jasa akuntansi, jasa call center, dan jasa-jasa lainnya yang dapat menambah penyerapan tenaga kerja.

Lebih lanjut, penerapan PPN dengan tarif 0% atas ekspor jasa akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia, menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, dan meningkatkan produktivitas ekonomi yang pada akhirnya akan berperan meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka panjang. Dengan tariff PPN ekspor 0% ini, maka sektor jasa Indonesia akan lebih kompetitif, dan diharapkan semakin meningkat pada tahun 2019.

Kedua, faktor makroekonomi. Melemahnya nilai tukar rupiah pada satu sisi dapat meningkatkan daya saing ekspor jasa Indonesia di level internasional, akan tetapi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan akan melambat tentu dapat memberikan pengaruh. Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 2,9 persen (2018) menjadi 2,5 persen (2019), China dari 6,5 persen (2018) menjadi 6,2 persen (2019), sedangkan ASEAN dari 5,3 persen (2018) menjadi 5,2 persen (2019) (IMF, 2018). Penelitian Ahamd, Kaliappan dan Ismail (2017) menunjukkan untuk negara-negara Asia, setiap ada 1% pertumbuhan ekonomi dunia, maka ekspor jasa meningkat sebesar 3,28%. Oleh sebab itu, sektor jasa masih mungkin tumbuh, akan tetapi diperkirakan melambat apabila dibandingkan tahun 2018.

Ekspor jasa Indonesia pada tahun 2016 dan 2017, berturut-turut tumbuh sebesar 4,9% dan 6,3%. Pertumbuhan ekspor jasa ditopang dengan mulai membaiknya perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia yang lesu semenjak 2012. Pada tahun 2018, ekspor jasa diperkirakan masih akan tumbuhan 6-6,5%. Adanya perang dagang dan sinyal kurang baik pertumbuhan negara-negara mitra dagang utama Indonesia, maka pertumbuhan ekspor jasa Indonesia diperkirakan akan mulai melambat, antara 5,5%-6,0% di tahun 2019.